Pendidikan

Akses Pendidikan dan Kesehatan bagi Keluarga Prasejahtera Diperluas melalui Kemitraan Banyuwangi dengan BSI

BANYUWANGI — Upaya memperluas akses pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Banyuwangi, Jawa Timur, mendapat dukungan baru melalui kemitraan dengan PT Bank Syariah Indonesia (BSI).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Regional CEO BSI RO XII Surabaya Bali Nusra Muhammad Arif Gunawan pada Rabu (7/10/2026).

Kolaborasi ini memprioritaskan pemanfaatan dana sosial BSI Maslahat agar dapat mendukung kebutuhan masyarakat secara lebih terarah.

Di sektor kesehatan, dukungan yang direncanakan mencakup penguatan sarana rumah sakit dan puskesmas. Perusahaan juga menyiapkan program tanggung jawab sosial untuk mendukung penanganan stunting serta membantu pasien dari keluarga kurang mampu.

Sementara pada bidang pendidikan, BSI merencanakan beasiswa bagi pelajar melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan formal maupun nonformal.

Kemitraan tersebut diharapkan memperkuat sejumlah program yang telah berjalan di Banyuwangi, termasuk Beasiswa Banyuwangi Cerdas dan Beasiswa Progresif.

Daerah ini juga memiliki program Garda Ampuh untuk membantu penanganan anak putus sekolah, serta berbagai inovasi pelayanan kesehatan yang menjangkau masyarakat secara langsung.

Ipuk menyebut Indeks Pembangunan Manusia Banyuwangi telah mencapai 75,17, sementara angka kemiskinan turun menjadi 6,13 persen.

Kedua indikator tersebut menjadi bagian dari konteks pembangunan daerah yang ingin terus diperkuat melalui kemitraan dengan berbagai pihak.

Kerja sama dengan lembaga perbankan memperlihatkan bahwa penanganan kemiskinan memerlukan keterlibatan sektor publik dan dunia usaha.

Tahap berikutnya adalah memastikan bentuk bantuan, kelompok penerima manfaat, serta mekanisme pelaksanaan dapat ditetapkan secara jelas.

Dengan pengawasan dan koordinasi yang baik, kemitraan ini berpotensi memperluas kesempatan belajar, memperkuat pelayanan kesehatan, dan mengurangi hambatan akses bagi keluarga prasejahtera.